Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyelenggarakan kegiatan Diseminasi Iptek Tentang Pelatihan Metode Survei Dinamika Sosial dan Perilaku Memilih, serta Pengenalan Konservasi Tumbuhan. Mengusung tema “Iptek untuk Pengembangan Potensi Daerah”, kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, yaitu pada Senin-Rabu, 18-20 September 2017 yang bertempat di Gedung Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya Samawa Rea (IISBUD SAREA), Kabupaten Sumbawa. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar dua puluhan peserta yang merupakan dosen IISBUD SAREA.

pic1

Pada hari pertama, kegiatan dimulai pukul 07.30 WITA dengan diawali pembukaan oleh Moch. Nurhasim, M.Si. selaku perwakilan Tim Pelatihan Metode Survei dari Pusat Penelitian Politik (P2P) LIPI, sekaligus dilanjutkan pemberian pengantar materi. Setelah mendapatkan pengantar, materi selanjutnya diberikan oleh Sarah Nuraini Siregar, M.Si mengenai proses penelitian survei. Sarah menyampaikan tahapan yang perlu dipersiapkan dalam proses penelitian survei, mencakup tahap substansi dan tahap teknis pelaksanaan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada tahap persiapan substansi diantaranya menentukan topik atau tema yang akan diteliti, merumuskan masalah, menentukan tujuan penelitian, menentukan unit analisa, menentukan metodologi yang didalamnya termasuk menentukan kerangka teori yang akan digunakan. Sementara terkait teknis pelaksanaan, tahapan-tahapan yang dilakukan meliputi tahap persiapan (memastikan bahwa tahap persiapan substansi sudah clear, membuat perencanaan anggaran), tahap pelaksanaan (melakukan pemetaan wilayah, rekrutmen penanggung jawab wilayah dan enumerator, mengadakan briefing, serta melakukan survei atau pengumpulan data), dan tahap evaluasi terutama mengenai kendala teknis yang dihadapi saat di lapangan.

Materi lain yang juga diberikan adalah teori perilaku memilih. Moch. Nurhasim menyampaikan materi ini secara singkat, namun padat dengan disertai contoh-contoh sederhana agar mudah dipahami. Teori ini perlu untuk diberikan mengingat pelatihan metode survei yang diberikan ini, berfokus pada survei perilaku memilih pada Pilkada. Para peserta penting memahami teori ini karena teori inilah yang digunakan sebagai dasar untuk menentukan indikator-indikator yang nantinya akan diturunkan menjadi item-item pertanyaan pada kuesioner survei.Setelah sejak pagi hingga siang para peserta memperoleh sejumlah materi, kegiatan pelatihan survei ini pun rehat sejenak dengan istirahat, sholat,dan makan (ishoma) untuk kemudian dilanjutkan dengan materi berikutnya, yaitu populasi dan sampling yang disampaikan oleh Atika Nur Kusumaningtyas,M.Stat. Materi ini merupakan materi inti karena pada materi ini dijelaskan mengenai berbagai hal terkait metode survei, seperti penentuan populasi dan sampel, bagaimana menyusun kerangka sampling, apa saja yang harus dipertimbangkan sebelum menentukan ukuran sampel, bagaimana menghitung ukuran sampel, alokasi sampel per wilayah, hingga menentukan individu yang akan menjadi sampel atau responden.

pic2

Sebagai instrumen penelitian yang sering digunakan dalam penelitian dengan metode survei, kuesioner menjadi salah satu hal penting yang juga harus dipersiapkan dengan baik agar kuesioner yang digunakan dapat membantu menangkap informasi yang dibutuhkan dengan tepat. Oleh karena itu, materi penyusunan kuesioner yang dipaparkan oleh Moch.Nurhasim menjadi salah satu materi yang juga harus dipahami oleh para peserta, khususnya jika kelak mereka akan mengadakan penelitian dengan metode survei. Kegiatan pada hari pertama diakhiri dengan pemberian materi terakhir yaitu pengolahan data oleh Atika Nur Kusumaningtyas. Para peserta diperkenalkan bagaimana cara menggunakan software SPSS untuk mengolah data dari kuesioner secara sederhana, mulai dari penjelasan singkat mengenai tampilan SPSS, cara menginput data, uji validitas dan reliabilitas, serta analisis deskriptif seperti menampilkan grafik dan membuat crosstab. Rangkaian kegiatan pada hari pertama disusun dengan memfokuskan pada pemberian berbagai materi terkait penelitian dengan metode surveiagar para peserta terlebih dahulu dapatmemahami dan memiliki landasan teori atau konsep-konsep pada survei.

Hari kedua kegiatan pelatihan, aktivitas yang dilakukan tidak lagi berupa pemberian materi di kelas, melainkan praktik secara langsung.Para peserta dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok quick count dan kelompok survei. Dengan menggunakan data perolehan suara hasil Pilkada Kabupaten Sumbawa 2015, kelompok quick count kemudian melakukan simulasidengan bimbingan dari Moch.Nurhasim. Simulasi tersebut juga dirasa perlu dilakukan mengingat saat ini quick count merupakan suatu hal yang selalu mewarnai setiap perhelatan pemilu, baik itu di tingkat nasional maupun di tingkat daerah. Pada prinsipnya, penentuan ukuran sampel dan pengalokasiannya di setiap wilayahpada quick count tidak jauh berbeda dengan survei publik. Hanya saja yang menjadi unit sampling pada quick count yaitu Tempat Pemungutan Suara (TPS).

pic3

Di ruangan yang terpisah, kelompok survei melakukan simulasi dengan praktik mulai dari menentukan tujuan penelitian dan menyusun kuesioner dengan arahan dari Sarah Nuraini Siregar. Selain itu, kelompok survei juga melakukan simulasi praktik membangun kerangka sampling, menentukan ukuran sampel, hingga memperoleh nama-nama orang yang akan menjadi responden dengan arahan dari Atika Nur Kusumaningtyas. Kelompok survei melakukan simulasi dengan mengambil lokasi di desa Pernek yang lokasinya dekat dengan tempat pelaksanaan pelatihan. Setelah kuesioner disusun dan sampel ditentukan, para peserta kemudian praktik secara langsung menemui responden dan menanyakan pertanyaan-pertanyaaan pada kuesioner.

Kuesioner-kuesioner yang telah terisi kemudian diolah dan dianalisis oleh para peserta berdasarkan materi yang telah diberikan. Di akhir pelatihan mengenai metode survei, pada hari ketiga, kedua kelompok mempresentasikan hasil simulasinya yang dilanjutkan dengan tanya jawab dan evaluasi dari Tim Pelatihan Metode Survei P2P LIPI. Dengan melakukan simulasi quick count dan survei tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori saja, melainkan juga memperoleh pengalaman dalam mendesain dan melakukan quick count maupun survei secara langsung. Meskipun terdapat berbagai keterbatasan dan fasilitas yang seadanya, secara keseluruhan, para peserta menunjukkan antusiasnya di setiap materi yang diberikan pada pelatihan ini. Suasana pelatihan yang aktif, santai, namun tetap serius ini diharapkan dapat memberikan hasil yang baik, setidaknya melalui pelatihan ini, para peserta memiliki pemahaman dasar mengenai survei secara akademik dan ilmiah. Rangkaian kegiatan Diseminasi Iptek LIPI ini, ditutup oleh Dr.Tri Nuke Pudjiastuti,MA. selaku Deputi Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK) LIPI, dan kemudian diikuti dengan penanaman bibit pohon jati platinum dari Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI. (Atika Nur Kusumaningtyas)

Sumber: http://politik.lipi.go.id/kegiatan/1164-diseminasi-iptek-untuk-pengembangan-potensi-daerah-sumbawa-18-20-september-2017