Halal

HalalTitle: Perilaku Konsumen Muslim dalam Konsumsi Makanan Halal
Type: Book
Author: Tuti Ermawati (editor), dkk.
Publisher: LIPI Press
Year: 2010

Sebagai negara berpenduduk muslim terbesar, diasumsikan Muslim Indonesia sangat peduli terhadap makanan halal yang dikonsumsinya dan seyogyanya tingkat konsumsi makanan halal akan tinggi sekali. Namun demikian, kenyataannya jumlah permintaan untuk produk halal belum tentu searah dengan jumlah penganut agama Islam. Berdasarkan hal tersebut, penelitian tentang perilaku konsumen dalam mengkonsumsi produk halal menarik dan penting untuk dilakukan. Masih sedikit sekali studi tentang peranan agama terhadap perilaku konsumen, khususnya yang berkaitan dengan konsumsi produk halal. Penelitian ini diharapkan akan berguna bagi masyarakat baik sebagai konsumen dan produsen, maupun pemerintah dalam mengeluarkan kebijakan terkait produk halal.

Penelitian ini bertujuan untuk: mengungkapkan pemahaman komunitas Muslim di daerah penelitian terhadap produk halal; menemukenali faktor-faktor yang menjadi pertimbangan masyarakat Muslim dalam memilih produk halal; mengungkapkan pola perilaku konsumsi Muslim yang dipengaruhi oleh pertimbangan kehalalan produk; menganalisis pengaruh kadar pemahaman agama Islam terhadap pola perilaku konsumsi produk halal; dan mengukur pengaruh latar belakang sosial-ekonomi terhadap pola konsumsi produk halal.

Pendekatan studi yang digunakan dalam penelitian ini adalah bidang studi ekonomi mikro, ekonomi pemasaran dan psikologi industri. Dengan fokus kajian tentang perilaku konsumen Muslim dalam mengkonsumsi produk halal, maka landasan konseptual yang dipakai adalah pendekatan teori perilaku konsumen. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada konsumen dan in-depth interview terhadap beberapa narasumber di daerah penelitian. Sampel penelitian dibatasi pada komunitas Muslim dari berbagai etnik yang tinggal di daerah berpenduduk mayoritas non-Muslim perkotaan. Atas pertimbangan tersebut, maka dipilih komunitas Muslim di Bali sebagai objek penelitian. Teknik pengolahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: analisis deskriptif  melalui penyajian grafis, tabel frekuensi dan tabulasi silang. Metode AMOS (Analysis of Moment Structures) yang lazim dipakai dalam studi perilaku dengan penghitungan psikometri juga digunakan dalam pengolahan data kuantitatif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Muslim Bali cukup memahami tentang makanan halal, dengan kriteria utama tidak mengandung babi, tidak mengandung racun, tidak mengandung alkohol, dan beberapa kriteria lainnya. Adanya sertifikat halal merupakan kriteria dua terendah setelah adanya tulisan halal pada produk (kemasannya), dalam melakukan pemilihan terhadap produk halal. Latar belakang sosial, ekonomi dan tingkat religiusitas responden muslim Bali memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap perilaku konsumsi makanan halalnya dengan kadar pengaruh yang berbeda-beda terhadap masing-masing aspek perilaku yang diamati. Sementara itu, hasil interpretatif data kualitatif menunjukkan bahwa konsumen Muslim di Bali cenderung harus lebih selektif dalam memilih makanan yang dikonsumsi. Di sisi lain, tidak hanya produsen Muslim, tetapi produsen non Muslim bahkan cenderung lebih antusias dalam mengajukan sertifikasi halal kepada LPPOM MUI Bali. Diharapkan, konsumen Muslim baik penduduk setempat maupun wisatawan domestik dan asing akan lebih mudah mengenali dan memperoleh produk (makanan) halal di Bali.