REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Sebagai sekolah yang terus memberikan ruang kreativitas dan inovasi bagi siswa dan guru, Labschool kembali memberikan bukti melalui peluncuran buku sekaligus membedah 10 buku karya siswa dan guru. Acara tersebut digelar  di Perpustakaan Labschool Rawamangun, Jakarta, Rabu (3/5).

Siaran pers Labschool yang diterima Republika.co.id, Kamis (4/5) menyebutkan, 10 buku tersebut terdiri dari sembilan  buku kumpulan cerpen dan satu  buku guru karya Satriwan Salim (Guru PKN) berjudul Guru untuk Republik (Refleksi Kritis tentang Isu-isu Pendidikan, Kewarganegaraan & Kebangsaan).

Siaran pers tersebut juga menyebutkan, kehadiran sembilan  buku kumpulan cerpen karya siswa Labschool  tersebut merupakan hasil kreativitas siswa dan guru pembimbing dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Kemampuan menulis para siswa perlu diasah, sebab literasi sekolah adalah tradisi yang harus dijaga. Para siswa Labschool sudah lama memulai literasi sekolah ini dengan membuat dan menerbitkan buku-buku karya inovasi siswa.

Terkait buku karya  guru, yakni  Guru untuk Republik merupakan buku yang berisi kumpulan gagasan-opini Satriwan Salim sebagai pendidik yang selama ini tertuang di berbagai media blog dan media mainstream, seperti di Republika Online dan Kompasiana. Tulisan-tulisan tersebut dikumpulkan lalu diterbitkan ke dalam sebuah buku.  “Mendidik di era generasi milenial ini memiliki ragam tantangan. Guru harus kreatif dan inovatif dalam mendisain pelajaran,” kata Satriwan.

 Tulisan dalam buku Satriwan ini banyak terinspirasi dari pengalaman empiriknya di ruang kelas dan sekolah. “Guru mesti menghadirkan suasana pembelajaran yang mengundang, yang membangun dialog, memunculkan imajinasi siswa,” tutur  Satriwan.

Pada acara peluncuran dan bedah 10 buku karya siswa dan guru tersebutLabschool mengundang Anggi Afriansyah dari LIPI dan Astri Megatari, alumni Labschool yang juga mantan presenter TV. 

Sumber: http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/eduaction/17/05/04/opfqoh374-sma-labschool-jakarta-luncurkan-10-buku-karya-siswa-dan-guru